Teknologi penginderaan jauh sampai saat ini telah berkembang sangat pesat. Perkembangan tersebut memungkinkan teknologi penginderaan jauh dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ada berbagai macam aplikasi Teknologi penginderaan jauh, salah satunya adalah pemanfaatan data citra satelit untuk menentukan zona tangkapan ikan. Penentuan zona tangkapan ikan salah satunya dapat dilakukan menggunakan data dari satelit MODIS. MODIS adalah salah satu instrument utama yang dibawa Earth Observing System (EOS) Terra satellite, yang merupakan bagian dari program antariksa Amerika Serikat, National Aeronautics and Space Administration (NASA). Program ini merupakan program jangka panjang untuk mengamati, meneliti dan menganalisa lahan, lautan, atmosfir bumi dan interaksi diantara faktor-faktor ini. Satelit MODIS berhasil diluncurkan pada Desember 1999 dan akan disempurnakan pada tahun 2002. Produk MODIS dapat dimanfaatkan untuk beberapa kegiatan penelitian antara lain produk pengamatan vegetasi, radiasi permukaan bumi, dan tutupan lahan. Data Satelit MODIS terdiri dari band dengan band 1-19 berada pada kisaran gelombang visible dan infra merah dekat, sedangkan band-band selebihnya berada pada kisaran gelombang thermal. Dengan banyak kanal yang dipunyai oleh data tersebut yang mencakup kanal dari satelit-satelit lainnya seperti NOAA, SeaWifs, Landsat dan sebagainya, maka dengan demikian maka data satelit MODIS dapat digunakan untuk menentukan atau mengukur parameter dari permukaan laut hingga ke atmosphere seperti mengukur suhu permukaan laut, konsentrasi klorofil, kandungan uap air dan lain sebagainya. Penentuan zona tangkapan ikan didasarkan pada dua parameter utama yaitu suhu permukaan laut (SPL) dan konsentrasi klorofil. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya bahwa daerah yang memiliki potensi ikan yang cukup besar adalah daerah yang memiliki perbedaan suhu yang siginifikan yaitu lebih besar dari 0,5˚C dalam radius 3 km dan memeiliki kandungan klorofil yang cukup tinggi. Daerah yang memiliki suhu relatif lebih rendah dari daerah sekelilingnya disebut sebagai daerah upwelling. Fenomena upwelling ini disebabkan oleh adanya aingin yang mendorong massa air dipermukaan, sehingga tercipta ruang kosong pada permukaan air laut. Ruang kosong tersebut kemudian diisi oleh massa air yang berada di bawahnya. Massa air yang naik ke atas, membawa unsur-unsur yang kaya akan zat hara, yang sangat dibutuhkan untuk kelangsungan hidup ikan. Proses pengambilan data oleh sensor penginderaan jauh tidak akan mungkin terlepas dari pengaruh awan. Semakin banyak kandungan awan maka akan semakin kecil wilayah yang dapat dideteksi kandungan klorofil serta sebaran suhunya, sebaliknya semakin sedikit kandungan awan yang diliki oleh citra satelit maka akan semakin luas wilayah yang dapat dideteksi kandungan klorofil serta sebaran suhunya. Persoalan ini kemudian menimbulkan permasalahan baru dalam penentuan zona tangkapan ikan, yaitu bagaimana melakukan ekstraksi klorofil dan suhu permukaan laut yang bersih dari pengaruh awan. [Wikantika, Robin N. Sarapang, Firman Hadi, Soni Darmawan]
Sumber: http://wikantika.wordpress.com/2008/01/08/ekstraksi-suhu-dan-klorofil-dari-data-satelit-modis-untuk-penentuan-zona-tangkapan-ikan/