Kamis, 09 Desember 2010

Belajar dan terus belajarlah...

Belum lama ini negeri i kita tengah mendapat luka. Tanggal 25 dan 26 oktober 2010 merupakan tanggal yang pasti akan diingat semua orang terutama penduduk Indonesia sendiri. Mengapa demikian? Karena pada dua tanggal tersebut Indonesia mendapatkan cobaan yang luar biasa yang dimulai dengan adanya tsunami di Mentawai pada tanggal 25 nya dan diakhiri dengan meletusnya gunung merapi pada tanggal 26 nya. Mentawai telah berakhir akan tetapi merapi sampai sekarang masih menunjukkan aktivitas mengejutkannya. Padahal beberapa minggu sebelum duo bencana ini telah ada bencana banjir yang melanda wasior di pulau Papua. Bahkan bencana – bencana alam juga turut melanda Negara – Negara Asia Pasifik dalam kurun waktu kurang dari sebulan yang lalu. Tidak Indonesia juga tidak Asia semua terkena bencana dan korban yang berjatuhan tidaklah sedikit. Bencana memang tidak dapat ditolak tapi dapat diantisipasi melalui sistem peringatan dini. Jadi mengapa masih ada korban meninggal yang disebabkan oleh bencana alam jika sistem peringatan dini telah ada. Atau memang bencana alam ini merupakan cara yang paling mutakhir untuk mengurangi jumlah penduduk. Atau apakah Negara kita tidak dapat belajar dari pengalaman – pengalaman yang telah lalu. Apakah tsunami Aceh masih kurang pantas untuk dijadikan bahan pembelajaran. Pemerintah yang lalai atau masyarakat yang terhadap bencana? Yang jelas masalah bencana tidak boleh dilimpahkan terhadap beberapa pihak saja akan tetapi ini merupakan ranahnya semua pihak (baik pemerintah, elemen masyarakat ataupun yang terdapat diantara keduanya).
Disamping itu munculnya bencana juga menjadi pembelajaran sosial bagi kita semua. Semua orang yang tidak merasakan langsung dampak dari bencana tersebutpun turut merasakan sedih seperti mereka yang merasakan secara langsung(korban). Baik materi maupun tenaga siap disumbangkan kepada para korban bencana. Bahkan yang sangat mengharukan lagi adalah partisipasi dari anak – anak pelajar sekolah dasar yang turut membantu korban meskipun berupa materi tapi itu sangat membantu dan sikap peka anak – anak tersebut patut diacungi jempol.

1 komentar:

  1. sepakat. Maklum qta kan ber-IQ rendah, jadi gag bisa dgn cepat mnerima pelajaran..
    he...

    BalasHapus